Barcelona masih mendominasi pada 2011

Real Madrid dan Barcelona akan selalu dinilai dari bagaimana penampilan mereka saat berhadapan satu sama lain, dan sekilas hasil tujuh Clasico sepanjang tahun tidak akan terlalu banyak berubah pada 12 bulan.

Barcelona telah menjadi sangat dominan sejak Pep Guardiola menjadi pelatih pada 2008, dan pada 10 Desember, tim Katalan memperlihatkan penampilan gemilang untuk bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Real dengan skor 3-1 di Santiago Bernabeu, lapor AFP.

Kemenangan tersebut tidak cukup bagi mereka untuk mengakhiri 2011 dengan memuncaki klasemen Liga Spanyol – Real berada di sana dengan keunggulan tiga poin – tetapi sang juara bertahan membuktikan kalau mereka masih merupakan tim yang dapat mengalahkan Los Blancos.

Pada akhir November 2010, pasukan Real terkejut setelah kekalahan 0-5 di Camp Nou.

Tetapi ketika Real dan Mourinho membuat perkembangan nyata sejak kekalahan tersebut, pada tujuh clasico tahun ini – dua di liga domestik, dua di Liga Champions, dua di Piala Super Spanyol, dan final Piala Raja – Barcelona menang tiga kali, sementara Real hanya menang sekali.

Satu kemenangan tersebut terjadi pada babak perpanjangan waktu di final Piala Raja pada April, ketika tandukan brilian Cristiano Ronaldo, membuat Real mengangkat tropi tersebut untuk pertama kalinya sepanjang 18 tahun.

Bagaimanapun, belakangan Mourinho menegaskan bahwa jika ia hanya dapat memenangi satu clasico pada 2011, itu selalu terjadi pada final Piala Raja, sebab itu adalah satu-satunya tropi yang tersedia.

“Anda tidak dapat menyebut kami mendapat tahun yang gagal, ketika kami berada pada puncak klasemen, mencapai semifinal Liga Champions, dan memenangi Piala (Raja) musim lalu,” papar Mourinho.

“Jika kami menghadapi lawan yang kurang bagus, maka pekerjaan kami akan lebih mudah,” imbuhnya. “Jika kami bermain di liga lain, maka kami akan menang dengan mudah.”

Pertanyaan dapat diajukan mengenai rasa lapar Barcelona setelah melalui tahun yang istimewa, di mana mereka memenangi lima tropi, termasuk gelar juara liga domestik ketiga kalinya berturut-turut dan satu gelar Liga Champions.

Bagaimanapun, pasukan Guardiola telah membuktikan kalau mereka tidak kesulitan menemukan motivasi, dan kehadiran Mourinho di kubu lawan, justru semakin membakar semangat tim Katalan.

Guardiola mendapat penghormatan yang besar karena menolak beristirahat dari kejayaannya, dan melakukan evolusi taktik pada tim, sebagai usaha menjaga timnya tetap selangkah di depan lawan.

“Ketika saatnya datang untuk mengubah taktik, anda harus berpikir mengenai apa yang dilakukan lawan dan pemain-pemain mana saja yang dapat melukaimu. Apa yang saya lakukan musim ini merupakan respon terhadap rencana pertandingan rival-rival kami, yang sekarang diadopsi terhadap kami,” ucapnya.

“Saat waktu berlalu, orang-orang akan mengetahui bahwa anda lebih baik. Mereka mengajukan masalah untuk anda, dan anda menghadapinya dengan solusi.”

Guardiola juga terbantu dengan kehadiran Lionel Messi, dan pertarungan pribadi penyerang Argentina ini dengan Ronaldo juga menjadi begitu mengagumkan.

Kedua pemain terbaik dunia ini terus mencetak gol dalam jumlah yang menakjubkan – keduanya mencetak 53 gol di semua kompetisi pada 2010/2011, dan musim ini rata-rata kedua pemain ini mencetak lebih dari satu gol.

Sejauh ini, Messi telah mencetak 17 gol di liga, sedangkan Ronaldo telah membukukan 20 gol.

Tetapi jarak antara Barcelona dan Real dengan klub-klub lain semakin melebar.

Kedua klub raksasa ini bisa meraup pendapatan dari televisi yang jauh lebih besar dari seluruh tim di diivisi teratas Liga Spanyol, dan klub-klub lain harus membuat gerakan untuk menekan kesepakatan pendapatan televisi kolektif yang baru.

Bahkan jika peran klub-klub Spanyol lain sangat kecil, mereka tidak tetap tidak boleh dilupakan.

Seperti yang dituturkan oleh presiden Villarreal, Fernando Roig, “Saya ingin melihat Madrid dan Barcelona memiliki liga yang hanya terdiri dari clasicos – itu akan sangat membosankan.”

Ia benar, tetapi krisis keuangan global telah memberi hantaman keras – Valencia kehilangan David Villa, David Silvam dan Juan Mata dalam 18 bulan, tetapi mereka masih mampu bertahan di peringkat tiga klasemen.

Sevilla, Atletico Madrid, dan Villarreal tidak dapat berkompetisi lebih lama lagi, sementara sebagian besar klub Liga Spanyol tidak memiliki sponsor di kostumnya.

Levante telah menikmati kesuksesan luar biasa, ini merupakan pencapaian terbaik sejak mereka promosi pada 2010/2011, dan mereka mampu mempertahankan posisi di papan atas pada paruh pertama musim ini – tim asal Valencia ini telah mengisi posisi emopat besar sejak akhir September.

Malaga merupakan satu pengecualian. Dengan pemilik baru yang berasal dari Qatar, Sheikh Abdullah al-Thani, hampir sebanyak 60 juta euro dihabiskan untuk belanja pada bursa musim panas, dan meskipun inkonsistensi masih menjadi masalah, mereka mampu menrangsek ke posisi enam, yang merupakan target minimal mereka untuk musim ini,

Tetapi mereka masih kesulitan untuk menantang dua raksasa Spanyol tersebut.

Tentang creativeworldnews

kreatif,imajinatif dan aktif
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s