Lima Kesalahan Villas-Boas di Laga Lawan Fulham

Fulham baru saja dipermalukan 0-5 di kandang sendiri Stadion Craven Cottages dari Manchester United pekan lalu. Kenapa Chelsea gagal mengikuti jejak Setan Merah di laga Boxing Day kemarin malam hingga hanya bermain 1-1? Berikut lima kesalahan yang dibuat pelatih Chelsea Andre Villas-Boas seperti dikutip dari Bleacher Sport, Selasa (27/12/2011):

Memasukkan Paulo Ferreira
Saat pertandingan tinggal sembilan menit lagi, Villas-Boas malah memasukkan Ferreira untuk menggantikan Jose Bosingwa. Tertinggal 10 angka, Villas-Boas memainkan strategi total ofensif dengan menurunkan empat penyerangnya, Fernando Torres, Juan Mata, Florent Malouda, Didier Drogba sejak menit 70. Empat orang ini gagal menjebol gawang David Stockdale dan bukannya memasukkan Salomon Kalou atau Romelu Lukaku yang masih masih tersedia di bangku cadangan, Villas-Boas malah memainkan Ferreira.

Peran Juan Mata
Andre Villas-Boas disebut-sebut sebagai pelatih jenius tapi taktik apa yang berusaha dia terapkan saat memainkan Mata melebar di kala dirinya secara konsisten terus bergerak di tengah. Mata tidak menjaga bek sayap lawan ketika bertahan. Saat menyerang, Mata memang berada di sayap sebelum berpindah ke tengah dan bermain sebagai trequarista. Villas-Boas butuh 61 menit untuk menyadari hal ini saat dia memasukkan Florent Malouda dan menggeser Mata ke tengah.

Fernando Torres butuh Juan Mata di belakangnya
Andre Villas-Boas belum menyadari bahwa cara untuk membuat Torres kembali mencetak gol adalah dengan memainkan Mata di belakangnya. Pada menit 15, Mata bergerak di tengah dan menyodorkan umpan kepada Torres dan striker 27 tahun tersebut nyaris membobol gawang Fulham bila David Stockdale tidak membuat penyelamatan gemilang. Bagaimana Mata mencetak gol? Torres menahan bola dan memberikannya kepada Mata. Mereka berdua sama-sama orang Spanyol, saling peduli satu sama lain, dan Mata-lah kunci striker 50 juta pounds tersebut untuk sukses.

Memainkan Fernando Torres lebih melebar
Ada satu momen dalam pertandingan di mana Torres berada jauh di belakang dan saking jauhnya, dirinya berada di belakang Jose Bosingwa. Mengapa Torres berada jauh di kanan? Taktik yang aneh. Ketika Didier Drogba masuk, Villas-Boas bukannya menduetkan keduanya di depan tapi mengintruksikan Torres tetap bermain melebar di kanan.

Tidak menjaga Danny Murphy
Masih ingat saat Chris Coleman yang kala itu masih jadi pelatih Fulham secara brilian mampu mengalahkan Chelsea-nya Jose Mourinho 1-0? Kunci sukses Coleman saat itu adalah memutus aliran bola Chelsea dengan menyuruh Steed Malbrenque menjaga Claude Makelele. Coleman paham bahwa semua serangan The Blues berawal dari Makelele. Peran tersebut ditiru oleh pelatih Fulham sekarang, Roy Hodgson, tetapi bedanya Danny Murphy-lah yang menjadi Makelele-nya Fulham dan dirinya total melesakkan 75 umpan sukses, terbanyak di antara seluruh pemain Chelsea dan Fulham.

Tentang creativeworldnews

kreatif,imajinatif dan aktif
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s