Pengalaman Fantastis Anak-anak Muda Swiss

Swiss berpenduduk sekitar 7,5 juta jiwa dan belum berbicara di ajang besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa, apa menariknya sepak bola negeri itu? Saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 2008 bersama Austria, mereka tersingkir di penyisihan grup, juga tidak lolos ke Piala Eropa 2012.

Di ajang Piala Dunia, Swiss pernah beberapa kali menembus perempat final. Namun, itu jauh di masa silam, sebelum Piala Eropa lahir. Beberapa tahun terakhir negeri produsen jam-jam merek terkenal itu menarik perhatian banyak kalangan kala menjuarai Piala Dunia U-17 2009.

Dalam perjalanannya menuju juara, anak-anak usia di bawah 17 tahun Swiss menyikat Meksiko 2-0, Jepang 4-3, Brasil 1-0 sebelum tampil juara grup dengan kemenangan 100 persen. Di babak gugur, mereka menghantam Jerman – yang diperkuat bintang muda Mario Goetze – 4-3 lewat perpanjangan waktu.

Di perempat final, mereka menghancurkan Italia 2-1. Menggilas Kolombia 4-0 di semifinal dan puncaknya memukul tuan rumah Nigeria 1-0 di final untuk merebut gelar juara dunia. Meski hanya level U-17, prestasi itu adalah gelar juara dunia. Dua tahun kemudian, Swiss lolos ke final Piala Eropa U-12 dan menyerah di tangan Spanyol.

Sebelumnya, negeri itu juga juara Eropa U-17 2002 dan sejak itu selalu lolos ke putaran final ajang tersebut. Dari mana kemunculan ”keajaiban” dan cerita fantastis anak-anak muda Swiss itu? Perlu diingat, di Swiss hanya terdaftar 200.000 pemain sepak bola.

Jika melihat ujung cerita, saat mereka juara dunia U-17 2009 dan runner-up Piala Eropa U-21 2011, kesuksesan timnas usia muda Swiss mungkin terlihat ajaib dan mengejutkan. Tidak demikian jika melihat upaya Swiss sejak 15 tahun lalu.

”Lima belas tahun lalu, kami berkunjung ke beberapa negara di Eropa, termasuk Spanyol,” kata Peter Knabel, Direktur Teknik Asosiasi Sepak Bola Swiss (ASF-SFV), kepada FourFourTwo edisi September 2011.

”Kami mengumpulkan catatan dan memutuskan cara untuk maju, yakni memperkenalkan pendekatan terkoordinasi dengan dukungan penuh klub-klub,” katanya.

Pembenahan sistem pembinaan usia muda di Swiss bermula tahun 1995. Hansruedi Hasler, Direktur Teknik ASF-SFV saat itu, menyusun seperangkat panduan bagi klub-klub Swiss untuk menopang proyek usia muda. Klub-klub Swiss diwajibkan menyusun tim berisi pemain-pemain yang usianya sama, seperti struktur tim nasional. Klub-klub profesional itu harus memiliki sejumlah pelatih khusus untuk tim lapis usia muda, yang bekerja penuh dengan dukungan dana ASF-SFV.

”Kami mengucurkan dana 4 juta franc Swiss (Rp 38,5 miliar) per tahun khusus untuk pembinaan usia muda,” ujar Hasler, kepada situs resmi UEFA. ”Saat kami memulai skema itu pada 1995, baru ada lima atau enam pelatih profesional untuk sepak bola usia muda. Saat ini (tahun 2009 saat wawancara), kami punya 80 (pelatih profesional usia muda).”

Dalam menelusuri bibit-bibit talenta muda, mengingat jumlah penduduk asli Swiss minim, mengikuti Perancis dan Jerman dengan menganut jalan multikultural. Mereka merekrut talenta-talenta muda keturunan para imigran di negeri itu. Pahlawan juara dunia U-17 2009 itu pun berwarna-warni: Nassim Ben Khalifa (keturunan Tunisia), Hasan Seferovic (Bosnia), Pajtim Kasami (Macedonia).

Nama-nama lain pesepak bola top negeri itu seperti Johan Djourou—yang kini bermain di Arsenal—(keturunan Pantai Gading), Blaise N’Kufo (Kongo), Hakan Yakin (Turki), Philippe Senderos (campuran Spanyol dan Serbia), Tranquillo Barnetta (Italia). Generasi baru pesepak bola negeri itu berasal dari keluarga yang berubah cara berpikir.

”Sebelumnya, mereka berpikir sekolah dulu baru sepak bola. Mental itu berubah dan ASF-SFV menyatakan, kami harus main sepak bola dulu dan siap ambil risiko,” kata Michael Martin, jurnalis Swiss. Swiss mengambil risiko. Salah satu hasilnya cerita fantastis itu.

Tentang creativeworldnews

kreatif,imajinatif dan aktif
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s